Penangkaran Burung Kenari

Burung kenari secra alamiah mempunyai masa-masa reproduksi untuk mempertahankan generasinya. Unruk mendapatkan yang benar-benar telah siap kawin perlu pengalaman yang cukup. Sebagai gambaran umum, burung kenari jenis holland secara normal biasanya pada umur 7-8 bulan, baik jantan maupun betina sudah siap melakukan reproduksi.

Para penangkar yang belum berpengalaman memang sering mengalami kesulitan untuk mengetahui burung kenari yang sudah siap melakukan reproduksi. Cara sederhana untuk mengetahui burung kenari yang sudah siap kawin adalah melihat dan mendengarkan secara langsungburung tersebut sudah bernyanyi nyaring atau belum. Umumnya, burung kenari jantan pada usia 7-8 bulan telah berbunyi cukup nyaring, sedangkan burung kenari betina sudah mengalami perubahan fisik, yakni perut disekitar alat kelamin menjadi lebih besar dan kencang seperti bisul mau pecah.

Indukan burung kenari yang akan ditangkarkan sebaiknya dipilih yang memiliki bentuk tubuh ideal, warna bulunya mulus, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, tidak cacat fisik baik paruh, sayap, maupun kakinya, dan tidak sedang dalam proses ganti bulu. Indukan kenari memiliki irama pernapasan yang normal, jika bernapas bulu ekor tidak tampak ikut bergerak. Burung kenari yang ketika bernapas bulu ekor ikut bergerak menandakan bahwa burung tersebut saluran pernapasanya terganggu. Jika tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, maka burung tersebut akan mengalami kematian.

Indukan burung kenari yang akan ditangkarkan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kesulitan buang kotoran. Burung kenari yang mengalami kesulitan dalam mengeluarkan kotoran berarti didalam tubuhnya sedang terjadi gangguan pencernaan.

Burng kenari jantan yang benar-benar telah siap dijodohkan menunjukan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Suaranya nyaring dengan irama yang panjang dan tidak terputus-putus.
  2. Jika didekati oleh burung kenari betina pada saat bernyanyi menunjukan gerakan naik turun.
  3. Jika dipegang dan diamati, alat kelaminya tampak menonjol besar dan panjang berwarna kemerah-merahan.
Sedangkan burung kenari betina yang baik dan telah benar-benar siap dijodohkan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Gelisah jika mendengar suara kenari jantan.
  2. Bulu sayap dikepak-kepakan sambil berbunyi mencicit jika mendengar suara burung kenari jantan.
  3. Sering mengangkut serat-serat daun kering dibawa kesana-kemari sambil terbang.
  4. Jika dipegang dan diamati, sekitar alat kelamin sudah tampak halus bersih dari bulu dan berwarna kemerah-merahan, jika disentuh dengan jari tangan akan terasa seperti bisul mau pecah.
  5. Jika diamati secara teliti, anus tempat terjadinya proses proses perkawinan sudah tampak terbuka lebar daripada biasanya dan disekitarnya tampak mengkilat/berminyak.

Penjodohan kenari dengan pasangan tetap

Penjodohan kenari dengan pasangan tetap adalah proses penjodohan yang dilakukan dengan menggunakan pasangan yang sama. Penjodohan dengan pasangan tetap dapat juga dibedakan menjadi dua pengertian, yakni:
  1. penjodohan dengan pasangan tetap dan hanya satu pasang.
  2. penjodohan dengan pasangantetap dengan beberapa indukan (2-4 ) induk. artinya, untuk satu pejantan dapat dijodohkan dua sampai empat indukan secara bergantian.
Penjodohan dengan pengertian pertama umumnya antara induk betina dan jantan tidak pernah dipisahkan sejak proses penjodohan,bertelur, menetas dan membesarkan anak. Induk jantan dan betina bersama-sama membesarkan ank-anaknya. Dengan demikian, induk jantan tidak terforsir untuk mengawini beberapa indukan betina sehingga kondisi kesehatanya tetap baik.

Penjodohan dengan pasangan tetap menurut beberapa peternak dianggap kurang efektif karena satu jantan hanya dikawinkan dengan satu betina. Padahal, satu induk jantan dapat dikawinkan dengan beberapa induk betina selama waktu istirahat dan menu makananya terjamin.

Proses perkawinan burung kenari

Burung kenari (khususnya kenari betina) yang telah memasuki masa birahi jika dikawinkan dengan kenari jantan kemungkinan besar akan menghasilkan telur dan keturunan. Umumnya, burung kenari jantan yang akan melakukan perkawinan akan mengeluarkan suara yang keras tanpa berhenti sambil bergerak mendekati kenari betina dan kepalanya dihadapkan pada kenari betina sambil digeleng-gelengkan.

Ketika mendengar suara dan gerak-gerik kenari jantan, kenari betina mengepak-ngepakkan sayap sambil merendahkan badan dengan menekuk kedua kakinya. Biasanya, sesaat kemudian akan terjadi perkawinan, yaitu kenari jantan terbang di atas kenari betina sambil mencengkeramkan jari-jari kakinya pada punggung kenari betina dan menempelkan alat kelaminnya ke arah kelamin kenari betina untuk melepaskan sperma ke dalam alat kelamin betina.

Proses perkawinan burung kenari berlangsung berulangkali sampai kenanri betina menghasilkan telur. Perkawinan burung kenari biasanya dilakukan pada pagi hari atau sore hari menjelang petang. Salah satu faktor keberhasilan penangkaran burung kenari ditentukan oleh kualitas perkawinan itu sendiri. Sebelum bertelur, kenari betina umumnya menyiapkan sarang terlebih dahulu yang dibantu oleh kenari jantan dengan cara menyusun sarang sehingga membentuk bulatan. Jika dijumpai sarang telah terbentuk dengan baik, tetapi hingga beberapa minggu tidak terjadi proses perkawinan, maka kesiapan kenari jantan perlu dikaji ulang. Jika kenari jantan yang menjadi faktor utamanya, maka harus segera diganti dengan kenari j antan lain yang lebih siap.

Pada masa-masa perkawinan ini, pemberian pakan tidak boleh telat ataupun kurang. Di samping itu, pada masa-masa perkawinan, indukan kenari tersebut juga perlu diberi makanan tambahan/pendamping berupa sayuran atau dedaunan sebagai penyegar. Menu makanan yang kerkualitas baik akan membuat kondisi indukan burung kenari tetap prima. Jika menu makanan kurang diperhatikan, maka kualitas telur yang dihasilkan kurang baik, mudah pecah (telur lunak), dan produksi telur tidak optimal, atau tidak dapat menetas jika dierami selama 13 han (mati di dalam telur).

Cara merawat piyik burung anis

Piyik adalah anak burung yang baru saja menetas, belum berbulu dan terlihat masih kemerahan. Pada masa ini biasanya perawatan masih dilakukan oleh induk. Namun, seringkali piyik harus diambil dari induk karena beberapa sebab. Misalnya kondisi lingkungan tidak menjamin pertumbuhan dan kelangsungan hidup piyik karena cuaca buruk, sarang lembap karena tampias hujan, atau induk sakit/mati. Untuk menggantikan peran induk perlu disediakan induk buatan berupa kotak penghangat yang dilengkapai lampu pijar atau lampu penerangan lainnya. Suhu kotak penghangat yang sesuai untuk piyik 30 C.

Ketika piyik menginjak umur 1 minggu matanya mulai terbuka. Saat itu bulu-bulu mudanya mulai tumbuh. Bulu-bulu ini akan tampak lengkap setelah piyik mencapai umur 3 minggu. Proses pemberian pakan dari saat menetas sampai sapih berlangsung antara 3-6 bulan, kalau pemeliharaan piyik dibesarkan oleh manusia juga membutuhkan waktu antara 3-6 bulan. Kalau pemeliharaan piyik ditempuh hand raising maka pemelihara harus siap setiap saat untuk menyuapi piyik bila kelaparan.

Untuk menunjang pertumbuhan yang normal, pakan yang bergizi tinggi dan berprotein amat baik untuk piyik. Jenis pakannya seperti telur semut, larva serangga, ulat bambu jangkrik, pur, serta buah-buahan. Pakan dibuat dalam bentuk lembek atau cair, disesuaikan dengan kondisi pencernaan yang sedang berkembang.

Piyik juga dapat diberi pakan instan berupa bubur bayi instan yang dilarutkan dalam air hangat dan agak kental. Penyuapan bubur dapat menggunakan spuit bervolume 20 cc yang ujungnya diganti dengan pentil ban sepeda. Frekwensi pemberian biasanya 4 kali/hari atau menurut kebutuhan tergantung umur dan kondisi tembolok piyik.

Anakan anis sebaiknya dipindahkan dari kotak penghangat ketika berumur 4 minggu (saat bulu telah tumbuh lengkap). Bentukkandang yang ideal untuk anak anis umumnya berbentuk segi empat, tetapi dapat pula berbentuk kandang bulat. Kandang untuk anak sebaiknya dilengkapi kerodong untuk melindungi burung dari terpaan angin dan bila perlu dapat terus diberi lampu 5 watt sebagai penghangat.

Selama periode perawatan anak sebaiknya kebersihan kandang dan sarang dijaga. Kehadiran binatang penganggu, seperti semut dan kucing dapat membahayakan kelangsungan hidup piyik.

Cara memilih bakalan anis

Umumnya penggemar anis lebih suka membeli bakalan anakan (piyik) yang masih di suap. mengapa? Alasannya, bakalan semacam ini lebih mudah dijinakkan, dirawat dan dilatih. Mencari anis bakalan anakan di pasar burung cukup sulit, sebab bakalan seperti ini biasanya berasal dari perburuan di alam. Kalaupun ada harga per ekornya amat mahal. 

Keberhasilan pemeliharaan anis pada tahap berikutnya sangat ditentukan oleh mutu bakalan. Dari anis bakalan bermental juara serta piawai bersuara merdu ini kelak diharapkan tercipta burung juara yang merupakan dambaan setiap hobiis burung. Pada dasarnya kualitas bakalan ditentukan beberapa faktor berikut :
  1. Memiliki kecerdasan (intelegensi) sehingga mampu menagkap suara burung pemandu dan produktif dalam menciptakan nada suara yang merdu.
  2. Raut muka kelihatan masih muda
  3. Kaki bersisik halus dan berwarna hitam bersih mengkilat
  4. Bentuk tubuh agak bulat dan besar
  5. Gaya bertengger dan berkicau tegak mirip induk burung pinguin
  6. Agresif dan tampak lincah
  7. Tidak cacat
  8. Berbulu indah serta mengkilat
  9. Kuku kaki pendek
  10. Paruh tipis dan panjang
  11. Sudah belajar berkicau (ngriwik)

Proses perkawinan burung anis

Proses perkawinan diawali dengan timbulnya birahi antara kedua pasangan anis. Tanda-tanda umum yang dapat diamati adalah adanya perubahan sikap anis jantan yang selalu berusaha memikat betina melalui berbagai macam car, seperti menggerak-gerakkan ekor atau melalui kicauan. Sedang burung betinanya diam dan berkesan apatis. Proses ini akan terus berlanjut hingga pada akhirnya kedua burung bercengkrama dan saling berkejaran untuk saling bercumbu.

Dalam proses perkawinan, induk betina akan menghasilkan telur sebanyak 2-4 butir. Ukuran telur sebesar burung perkutut, warnanya kuning. Telur-telur tersebut selanjutnya akan dierami oleh induk betina. Sementara itu induk jantan bertugas menjaga dan mencukupi segala kebutuhan pasangannya mulai dari mengerami telur hingga minggu pertama merawat anak.

Untuk menjamin perkembangan, pertumbuhan dan kesehatan anak serta induk maka jumlah serta mutu pakan harus baik. Selain itu, juga harus menjaga sanitasi dan ketenagnan lingkungan kandang. Sebagian besar burung mempunyai masa mengasuh anak secara penuh selama tiga hari berturut-turut. Pada umur ini keadaan anak sangat rawan dan masih membutuhkan perawatan induk.

Sarang untuk penangkaran burung anis

Untuk menjamin berhasilnya penangkaran, maka anis perlu diadaptasikan dengan lingkungan yang baru. Adaptasi dilakukan dengan cara mengajak bicara, bersiul dan memberikan hadiah ketika burung mampu melakukan apa yang kita kehendaki. Dengan perlakuan ini diharpakan burung tidak takut lagi, tidak kagetan, serta cepat jinak.

Fungsi utama sarang adalah sebagai tempat untuk meletakkan telur, mengerami telur dan merawat anak. Sarang dapat dibuat dari kotak kayuatau anyaman rotan yang banyak tersedia di kios-kios penjualan perlengkapan burung. Untuk memabantu burung agar mudah mempersiapakan dan membuat sarang maka dia atas sarang atau lantai kandang disediakan ijuk, daun cemara atau jerami kering.

Biasanya burung akan memunguti dan menata sendiri ijuk dan daun cemara tersebut menjadi sarang ketika musimberbiak tiba. Selain itu, sarang dapat dibuat dengan bantuan manusia. Sarang biasanya dibuat dari anyaman rotan yang didalamnya diberi ijuk, jerami, atau daun cemara. Untuk membentuk lengkungan cawan dapat digunakan alat bantu berupa bola lampu bekas.

Sarang anis di habitat aslinya berbentuk cawan yang diletakkan diatas pohon, semak-semak atau tanggul-tanggul bambu yang terletak tidak jauh dari tanah. Sarang terletak pada ketinggian sekitar 50 cm dari permukaan tanah.

Kandang penangkaran burung anis

Dalam pembuatan kandang penagkaran hal-hal yang perlu diperhatikan adalah penyiapan sarana kandang, seperti sarang, wadah pakan dan minum, serta tenggeran.

Ukuran kandang penagkaran, lebar 45 cm, panjang 250 cm serta tinggi 160 cm. Desain kandang sebaiknya 40 % tertutup melindungi sarang, wadah pakan, dan wadah minum. dinding kandang biasanya terbuat dari kawat yang memiliki ukuran 1 mm2.

Lantai kandang sebaiknya dibuat agar selalu basah atau becek. Bahan penyusung lantai kandang terdiri dari kotoran kambong, pasir dan sedikit sekam. Dipilihnya kotoran kambing karena bahan ini merupakan media lingkungan yang mudah di hidupi cacing. Selainitu,  kotoran kambing tidak gampang memadat sehingga akan memudahkan burung mengorek dan mengais cacing yang ada di lantai kandang, terutama bila lantai kandang tampak mengering. 

Sedang untuk mencukupi persediaan cacing secara berkala dapat ditambahkan cacing ke lantai kandang. Di dalam kandang sebaiknya disediakan kolam kecil dan tumbuh-tumbuhan/dahan kering. Seperti bogenvil, beringin, asam atau jambu air. Dahan itu digunakan untuktempayt hinggap, berjemur serta menempatkan sarang.

Sifat, karakter, dan kebiasaan burung anis

Anis mempunyai kebiasaan mencari makan dipermukaaan tanah, seperti jangkrik, cacing, rayap atau serangga-serangga. Berdasarkan hal ini maka ada sebagian orang menyebut anis sebagai burung tanah. Untuk itu, penyediaan pakan berupa cacing tanah harus selalu terpenuhi dan dalam jumlah yang cukup. Kebutuhan pakan tambahan (extra fooding) sekitar 5-10 ekor cacing untuk setiap burung per hari. Bila sulit memperoleh cacing dapat diganti jangkrik atau ulat daun yang masih muda. Selain itu, anis juga termasukb burung yang suka pada tempat yang teduh, rindang, agak lembap dan senang bermain air.

Dalam mencari pasangan kebanyakan burung akan memilih sendiri jodohnya. Sebagai tanda unruk mengenali bahwa burung tersebut jodoh adalah sebagai berikut:
  • Melakukan gerakan dan perilaku kawin, seperti berkejaran, dan bercengkrama.
  • Melakukan persiapan dan pembuatan sarang

Cara penentuan calon induk burung anis untuk diternakkan

Ketepatan dalam menentukan jenis kelamin induk anis mutlak diperlukan, sebab hal ini mempengaruhi keserasian dan kemampuan untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan pasangan anis yang diinginkan dapat dilakukan beberapa cara. Salah satu cara yang umum ditempuh adalah pemeliharaan induk sejak muda. Melalui langkah ini akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain burung tidak mudah stress. Selain itu, induk sebaiknya berasal dari burung yang mempunyai daya tahan tubuh yang cukup baik, serta memiliki kemampuan bertelur dan daya tetas telur yang tinggi.

Dasar pemilihan bibit dilakukan dengan melihat sifat induk yang diturunkan pada generasi atau anak berikutnya. Untuk mengetahui sifat yang diturunkan ini dapat dilihat dari penampakan luar (eksterior) burung yang meliputi hal-hal berikut:
  • Anatomi tubuh yang meliputi bentuk kepala, kaki, sayap, paruh, serta warna bulu.
  • Perilaku harus menampakkan ciri burung sehat, seperti aktif, gesit dan tangkas.
  • Volume suara harus bersih dan besar.
Untuk menangkarkan anis tentunya harus ada induk jantan dan betina. Dalam membedakan jenis kelamin dapat dilakukan pengamatan visual yakni dengan memperhatikan ciri-ciri yang menonjol. Rata-rata burung yang siap ditangkarkan adalah burung dengan umur telah mencapai 2-3 tahun.

Ciri-ciri indukan burung anis yang baik

Untuk memilih induk burung anis yang baik perlu diperhatikan beberapa persyaratan berikut:
  1. Cukup Umur
    Kesiapan kawin masing-masing burung sangat berbeda. Hal ini ditentukan oleh umur dan jenis burung. Burung akan siap kawin biasanya setelah berumur setahun. Burung yang siap kawin akan cepat terangsang melakukan perkawinan. Ciri burung siap kawin tampak pada alat kelamin (burung jantan dan betina) yang membengkak.

  2. Bulu utuh
    Bulu tidak rontok dan mengkilat yang merupakan ciri bahwa burung dalam kondisi sehat
  3. Sehat, aktif dan tidak cacat
    Untuk melihat kesehatan burung dapat dilakukan dengan memperhatikan penampilan burung yang lincah, aktif bergerak, dan sering berkicau. Demikian halnya kelengkapan anggota tubuh burung yang tidak lengkap dapat menganggu proses perkawinan serta pemeliharaan anak.




Anis Kening

Anis kening (Turdus obscurus) disebut eye-browed thrush oleh orang eropa. Ukuran burung agak besar, panjang sekitar 25 cm. Ciri-ciri anis kening mirip redwing alias Turdus illacuus, sejenis anis yang terdapat di Eropa.

Warna tubuh anis kening agak cokelat dengan garis mata atau alis yang jelas. Bulu tubuh bagian atas cokelat Zaitun. Kepala abu-abu gelap. Dada agak cokelat. Perut putih dengan sapuan kemerahan pada sisi tubuh. Iris mata cokelat. Paruh bagian atas kuning dan bagian ujung hitam. Kaki agak kuning. Suaranya "zip-zip".

Penyebaran anis kening meliputi Asia bagian utara ketika musim berbiak pada musim panas. Ketika musim dingin burung bermigrasi ke Asia Tenggara seperti Filipina, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Sumatera/ Di Indonesia anis kening hidup di hutan terbuka dan hutan sekunder. Kadangkala mereka terlihat mengendap diantara semak-semak atau pohon yang rendah secara berkelompok. Sifatnya cukup jinak dan senang mengawasi manusia. Makanannya cacing, tempayak, serangga dan buah-buahan.

Anis Gunung

Anis gunung (Turdus poliocephalus) dijuluki island thrush oleh orang eropa. Burung ini berukuran sedang, panjang tubuh sekitar 20 cm. Warna bulu tubuhnya mirip blackbird, juga sejenis anis (Turdus merula) yang terdapat di Eropa.

Seluruh bulu tubuh anis gunung berwarna agak gelap, di dominasi warna hitam sampai agak ke abu-abuan. Warna bulu perut cokelat dengan pantat putih. Iris cokelat. Paruh dan kaki kuning.

Suara anis gunung berderik, keras, dan jernih, khususnya kalau menghadapi bahaya. Setelah berderik keras, suaranya akan menurun yang diselingi dengan nada tinggi dan rendah. Nada itu sesekali dipercepat sehingga menimbulkan irama indah penuh semangat.

Kebiasaan anis gunung mencari makan diatas permukaan tanah atau mengambil buah-buahan pada pohon-pohon rendah seperti buah vaccinium, rubus, buah belukar, serta semak dipuncak gunung. Ia juga memakan serangga. Kadang-kadang ia tampak melompat-lompat di dahan-dahan yang tertutup rapat atau bertengger sambil bernyanyi diatas pohon.

Penyebaran anis gunung terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Seram, Timor, Filipina, Papua Nugini, Kepulauaun Pasifik, dan Samoa. Di JAwa penyebaran burung ini terbatas pada pepohonan serta puncak-puncak gunung tinggi.

Di Jawa terdapat beberapa subspesies anis gunung, antara lain Turdus poliochephalus biesenbachi di Gunung papandayan ( Jawa Barat), T.p. fumidus di gunung Gede dan pangrango (Jawa Barat), T.p stremanni di Gunung Lawu, T.p javanica di Jawa Tengah dan T.p. whiteheadi di jawa timur.

Di Jawa Musim berkembangbiak anis gunung pada April dan september. Telur diletakkan di dalam sarang yang kokoh. Sarang disusun dari batang rumput yang dijalin dengan daun, akar dan ditutupi lumut. Sarang diletakkan pada cabang-cabang berlumut yang tidak jauh dari permukaan tanah terbuka. Jumlah telur per sarang 1-2 butir, berwarna hijau pucat berbintik cokelat kemerahan.

Anis Hutan

Anis hutan alias ground thrush menurut orang Inggris, dikenal para ahli dengan nama ilmiah Zoothera andromeda. Burung ini berukuran agak besar, panjang sekitar 25 cm.

Warna bulu tubuh didominasi warna gelap. Tubuh bagian atas berenda abu-abu gelap disertai sisik hitam. Bagian muka dan kerongkongan berbintik hitam dan abu-abau agak putih. Bulu dada abu-abu biru terang berenda, terdapat sisik hitam. Iris mata cokelat. Paruh abu-abu. Kaki cokelat hitam. Ekor pendek.

Anis hutan termasuk burung pemalu. Ia suka bersembunyi diantara semak atau bagian hutan yang rindang. Penyebarannya di hutan terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Bali, Lombok, Flores, Timor, Wetar dan Filipina.

Musim berbiak Oktober dan Februari di Jawa Barat. Umumnya bertelur 2-3 butir per musim. Warna cangkang kuning berbintik cokelat. Telur diletakkan di sarang berbentuk cawan dekat permukaan tanah di sekitar hutan primer. Bahan sarang terdiri dari lumut, akar, tangkai pakis yang dicampur dengan tanah liat dan dilapisi serat aren.

Anis Macan

Anis macan alias anis sisik berukuran agak besar, panjang badan sekitar 28 cm. Orang Inggris menyebutnya scaly thrush. Para ahli menyebutnya dengan nama ilmiah Zoothera dauma hornfleidie.

Warna bulu anais didominasi warna cokelat bersisik. Tubuh bagian atas cokelat, bagian bawah putih berenda hitam dengan sisik kuning pada tepi bulu. Iris cokelat. Paruh cokelat gelap. Kaki merah jambu.

Wilayah penyebaran anis macan meliputi Eropa, India, Cina, Asia Tenggara, Filipina, Jawa, Bali, Lombok, Papua Nugini dan Australia. Umumnya suka menghuni hutan yang rapat. Musim berkembang biak Januari dan Juni dengan bertelur 1-3 butir. Cangkang telur berwarna kuning tua dan merah jambu, diselingi bintik-bintik. Telur diletakkan pada sarang berbentuk cawan yang terbuat dari lumut, ranting, rumput dan akar yang diletakkan di dekat permukaan tanah atau semak-semak.

Anis Siberia

Anis siberia alias siberian thrush dikenal juga dengan sebutan kacer kerbau. Nama ilmiahnya Zoothera sibirian. Burung ini berukuran sedang. Panjang tubuh sekitar 22 cm.

Warna bulu anis siberia jantan didominasi hitam dengan alis, ujung ekor dan perut putih. Warna bulu burung betina didominasi cokelat zaitun dengan kombinasi kuning tua kemerahan khususnya di tubuh bagian atas, alis putih kuning tua. Secara umum iris mata cokelat, paruh hitam dan kaki kuning.

Anis siberia memiliki suara kicauan yang merdu. Suaranya terdengar sangat indah di saat musim kawin tiba. Saat itu anis siberia akan melantunkan suara lembut lengkap dengan siulan sebagai tanda panggilan terhadap lawan jenisnya.

Saat musim berkembang biak, anis siberia menyebar di wilayah Asia bagian utara. Ketika musim dingin, mereka berimigrasi ke Asia Tenggara seperti Kalimantan, sumatera, Jawa dan bali.

Anis Merah

Anis merah dikenal juga dengan sebutan punglor merah, cerbang alias kacer abang. Orang Inggris menyebutnya dengan orange headed thrush. Nama ilmiahnya Zoothera citrina. Spesies ini dibedakan dua subspesies, yaitu Zoothera citrina rubercula dan Z.c orientalis.

Anis merah berukuran sedang. Panjang tubuh 21 cm. Warna bulu kepala, tengkuk, dada dan perut jingga cerah. Tubuh bagian atas abu-abu kebiruan dengan garis putih di atas sayap. Pantat putih. Iris cokelat. Paruh Hitam. Kaki cokelat. Anis merah yang masih muda cokelat, dan bersisik pada bagian punggung.

Penyebaran anis merah meliputi India, Cina, Asia Tenggara, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan BAli. Seringa dijumpai pada daerah perbukitan dan hutan-hutan.

Anis merah termasuk burung pemalu. Ia lebih suka hidup dihutan-hutan rindang, terkadang terlihat mengendap-ngendap ditanah yang tertutup rapat dengan semak. Sarang Anis merah berbentuk cawan yang terbuat dari tangkai, akar, batang dan daun tumbuhan. Sarang terletak di atas pohon, semak, bambu atau tempat-tempat yang dekat dengan permukaan tanah. Burung bertelur 2-4 butir. Umumnya yang tiga butir putih, sedangkan yang lain kuning tua atau hijau pucat bertotol cokelat.

Anis merah merupakan burung yang paling populer diantara jenis-jenis anis. Burung ini memiliki suara merdu. gayanya mirip pemabuk ketika berkicau. Bunyi kicauannya : "tiir-tirrr", terutama saat melantunkan lagu atau ketakutan.

Anis Kembang

Anis kembang dikenal juga dengan sebutan anis cacing, punglor kembang, kacer kemabang atau chesnut-capped thrush. Ia dikenal dengan nama ilmiah Zoothera Interpres.

Anis kembang berukuran sedang. Panjang badan 16 cm. Bulu dada dan bagian atas hitam dengan warna putih dibagian mata. Penutup ekor berukuran pendek dan terdapat warna putih yang berbentuk dua garis menyilang. Bulu dibagian samping depan abu-abu dengan sedikit tanda putih. Mahkota dan tengkuk cokelat, Iris mata cokelat. Paruh hitam. Kaki merah jambu.

Penyebaran anis kembang terdapat di semenanjung Malaya, Filipina, Kalimantan, Sumatera, Jawa, Lombok, Sumba dan Flores. Di Jawa, anis kembang hidup didataran rendah maupun pegunungan. Musim berkembang biak pada April dan Mei. Jumlah telur 3-4 butir, warnanya putih berbintik abu-abu dan cokelat. Saat berkicau terdengar "terr-terrrr"

Morfoligis Burung Anis

Ciri-ciri anis tampak dari pola warna yang beragam dengan ukuran tubuh sedang. Kepala bulat. PAruh runcing, ramping. Badan bersayap lebar. Kaki agak panjang. Ekor ada yang panjang, ada yang pendek. Semua anggota suku anis cenderung mengakkan ekor secara berkala.

Keunikan anik terletak pada gayanya saat berkicau yang seperti pemabuk, khususnya anis merah Zoothera citrina. Ketika berkicau kepalanya digeleng-gelengkan ke kanan dan ke kiri dengan diselingi anggukan. Anis merupakan burung penyanyi yang bersuara merdu, nyaring dan mampu bercicit dsambil bersiul.

Anis termasuk suku turdidae yang beranggota sekitar 18 jenis burung. Penyebarannya luas, terdapat diseluruh dunia. Sebagian anggota suku ini merupakan burung pendatang dari belahan bumi utara. Ketika belahan bumi utara mengalami musim dingin, suku burung ini akan bermigrasi ke belahan bumi selatan.

Dalam beberapa nuku suku turdidae digolongkan menjadi beberapa kelompok burung, seperti cingcoang, kucica, meninting, tiung, anis serta kelompok burung lain. Suku ini terdiri dari burung yang memiliki banyak keragaman warna bulu, mulai dari cokelat jingga, cokelat bersisik, dan abu-abu yang sering berpadu dengan warna lain.

Makanan utama anis adalah serangga, invertebrata, kroto, jangkrik, rayap, siput, tempayak dan cacing. Selain itu anis juga suka mengkonsumsi buah-buahan. Kebiasaan anis adalah suka mandi dan bernaung ditempat=tempat teduh dan rindang. Sesekali anis terlihat mengendap=ngendap ditanah yang tertutup oleh rimbunya semak hutan didekat rawa-rawa sambil bermain dan berjemur. Sifatnya yang pemalu membuat anis senang menyembunyikan diri saat berkicau meskipun sedang di alam bebas, Sarang Anis berbentuk seperti cawan dari serat -serat tumbuhan yang diperkuat dengan lumpur dan lumut.

Burung Anis

Terdapat sekitar 9.000 spesies burung di dunia yang telah diketahui. Cara pengenalan yang sering dilakukan para ahli adalah dengan mengidentifikasi burung berdasarkan ukuran tubuh, bentuk tubuh, warna bulu, kicauaun, serta kemampuan terbang yang khas dan bervariasi.

Ragam ukuran dan bentuk tubuh merupakan salah satu alasan dan daya tarik orang untuk memelihara burung. Daya tarik lain yang sering membuat orang jatuh cinta pada burung adalah keindahan bulu, suara, kelincahan, penampilan dan kelangkaannya. Banyak jenis burung di Indonesia yang menjadi burung kegemaran. Di antara sekian banyak jenis burung yang digemari adalah burung anis.

Saat ini bakalan anis umumnya masih diambil dari alam. Para pemburu biasanya memburu burung yang masih berupa piyik. Hasil buruan piyik alam ini memang lebih disukai karena lebih jinak dan lebih gampang dilatih berkicau.

Upaya perburuan piyik anis ini cukup mengkhawatirkan, apalagi kalau tidak dilanjutkan dengan usaha penagkarannya. Namun, rupanya Indonesia juga memiliki peternak yang peduli terhadap kelestarian anis. Meski hanya beberapa orang yang telah melakukan penangkaran anis, namun kini kita agak lebih mudah mendapatkan burung hasil penangkaran.